Ini pengalaman saya tentang DE JA VU yang paling jauh kejadianya dan pengelihatanya,
dan yang paling menarik adalah saya melihat seorang pria berjas memakai dasi memakai
pakaian ala kantoran dan ia sedang duduk di sofa didepan saya,saya sama sekali
tidak kenal dengan orang itu sama sekali dan belum pernah melihat dia dan
seorang pria lagi yang berkumis yang saya juga tidak kenal. Awalnya saya kira
itu hanya ilusi saya. Tapi tepat tanggal
23 Agustus 2014, sabtu sekitar pukul Sembilan saya ada diruang kepala sekolah
beserta teman-teman saya di hari itu kami memaang melakukan serah terima
mahasiswa pratik kesekolah.
Dan saya melihat pria berjas itu adalah dosen pembimbing
praktik kami nama nya Andri wicaksono,saya baru kenal dia sehari sebelumnya dan
pria berkumis itu adalah pak nurdin waka disekolah itu, saya hanya berpikir
kenapa saya bisa melihat orang yang tidak saya kenal dalam ilusi saya. Dan itu
bukan pertama kalinya, saya mulai memutuskan untuk mencatat DE JA VU setiap
kali saya alami. Dan saya menyadiri dalam sebulan minimal saya mengalami hal
ini sekali. Saya meminta teman saya untuk membuka mata ketiga saya tapi tidak
ada seorangpun yang mau membantu mereka mengatakan kepada saya “sebaiknya kamu
tidak membukanya karena resikonya kamu bakal melihat mahluk buruk rupa, meski
kamu tidur dan menutup mata kamu tetap dapat merasakan mereka” ,”kamu tidak
boleh membuka mata ketigamu karena itu sama saja memasukan jin kedalam tubuhmu,
karena hanya manusia yang dapat melihat manusia dan hanya jin yang dapat
melihat jin”, saya hanya berniat melihat masa depan setidaknya itu bisa membuat
saya lebih baik dalam menjalani lain, meskipun resikonya melihat mahluk buruk
hal itu juga membuka indra keenam saya. Tapi teman saya berkata” sebaiknya kamu
tidak melihat masa depan karena bila misal, kamu melihat kamu akan kecelakaan
maka kamu akan merasakan rasa sakitnya sebelum itu terjadi”. Itu membuat saya
berpikir lagi mungkin ada lebih baiknya saya lanjutkan hidup saya tanpa melihat
masa depan, karena itu kehendak allah dan allah mungkin belum percaya terhadap
kebijaksanaan saya. Munkin suatu saat nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar